Wakil Rektor III UTU Jadi Narasumber Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Nagan Raya
  • UTU News
  • 05. 08. 2022
  • 0
  • 294

MEULABOH - UTU | Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teuku Umar, Dr. Mursyidin, MA menjadi narasumber Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Nagan Raya yang diselenggarakan oleh Pemkab Nagan Raya di Aula Aula Bappeda Nagan Raya, Komplek Pemda Nagan Raya Suka Makmur, Jum'at (05/08/2022).

Acara yang dipandu oleh Rahmatullah, S.STP., M.Si yang juga Kepala BAPPEDA Nagan Raya ini diikuti oleh sejumlah Kepala SKPK Nagan Raya,  dan sejumlah stakeholder terkait tersebut dibuka oleh Bupati Nagan Raya yang diwakili oleh Sekda, Ir. H. Ardimartha.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menampilkan Profil Kemiskinan kabupaten Nagan Raya dan merencanakan kegiatan penurunan angka kemiskinan. Rakor turut dihadiri para camat dan tim PKH Kabupaten Nagan Raya. 

Mursyidin dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Nagan Raya atas kesempatan yang diberikan untuknya, selain itu Mursyidin memuji langkah Pemkab Nagan Raya yang konsisten dan bersungguh-sungguh dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di daerah tersebut.

Selain itu, Mursyidin mengungkapkan jika provinsi Aceh memiliki sejumlah kekhususan yang dapat dimaksimalkan dalam rangka pengentasan kemiskinan di Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya.

"Aceh sebagai provinsi yang memiliki kekhususan, dapat menyertakan ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah) dan Wakaf untuk mengatasi kemiskinan," jelasnya

Lebih lanjut, Mursyidin memaparkan kondisi kemiskinan Nagan Raya (berdasarkan Poverty Brief 2021 – SEPAKAT Bappenas) bahwa angka kemiskinan masih di atas rata rata provinsi dan nasional, ketimpangan (koefisien gini) masih terjadi dan meningkat, pengeluaran antara penduduk berpendapatan tinggi dan berpendapatan rendah relatif sangat timpang, pengangguran terbuka meningkat, capaian pendidikan minimal SMA ke atas paling rendah diantara indikator pendidikan lainnya, capaian kelahiran di Faskes paling rendah diantara indikator kesehatan lainnya, capaian formalitas pekerjaan paling rendah diantara indikator ketenaga kerjaan lainnya dan berpotensi timpang antara penduduk termiskin dan terkaya.

"Dari berbagai temuan tersebut, hendaknya Pemerintah Nagan Raya kedepan lebih berfokus pada upaya peningkatan lapangan kerja, mendorong pemuda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, memaksimalkan faskes dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan hal-lainnya yang memungkinkan Nagan Raya terkeluar dari permsalahan kemiskinan," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekda Nagan Raya dalam sambutannya menyampaikan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan mengikuti arahan Permendagri No. 53 tahun 2020 tentang Tata Kerja dan Penyelarasan Kerja serta Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten/Kota. Sekda memberikan arahan bahwa penurunan kemiskinan di Nagan Raya menggunakan pendekatan pengembangan ekonomi dan umkm secara sinergi.

Kepala BPS Nagan Raya menyampaikan Provinsi Aceh merupakan provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi se-Sumatera pada tahun 2021, Hasil Susenas Maret 2021 menunjukkan bahwa hampir semua kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan angka kemiskinan, tergantung kondisi masing-masing kabupaten/kota, 5 Kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi yaitu Aceh Singkil, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

Kabupaten Nagan Raya memiliki angka kemiskinan sebesar 18,23 persen (30.710 jiwa atau 7.677 rumah tangga) yang harus kita cari solusi untuk keluar dari Garis Kemiskinan, dan terdapat 8 persen rumah tangga di Aceh yang masuk dalam kuadran hampir miskin yang tentu sangat rentan jatuh dalam kemiskinan jika kondisi tidak menguntungkan.

Pemaparan berlanjut dengan diskusi terkait peran CSR dalam mengatasi kemiskinan, pengalaman Malaysia menggunakan ZIS dan Wakaf untuk menurunkan angka kemiskinan, data rumah tangga miskin dan realita di masyarakat, perihal BLT dan perilaku moral hazard individu yang mengaku miskin. (*)

Komentar :

Lainnya :