Prof. Mustanir Ulas Fungsi Masjid di Program 'Subuh Education' UTU
  • UTU News
  • 21. 04. 2021
  • 0
  • 449

MEULABOH - UTU | Guru Besar FMIPA Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang juga Pengurus Pusat Aliansi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) memberikan ulasan sekilas tentang spirit Alquran dan fungsi Masjid selain sebagai tempat ibadah dalam program "Subuh Education", Rabu (21/4/2021) pagi, di Masjid Kampus UTU, Alue Penyareng, Meureubo, Aceh Barat.

Kegiatan salat subuh berjamaah dan kuliah inspirasi itu dibuka oleh Rektor yang diwakili Wakil Rektor III, Dr. Mursyidin, MA. Turut hadir Kepala Biro umum dan Keuangan, Mawardi Amin, SE.Ak, Dekan FPIK, Prof. Dr. M. Ali S, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. T. Zulham, M.Si, Kepala LPPM-PM, Ir. Rusdi Faizin, M.Si dan sejumlah wakil dekan, dosen, tendik korpus, dan ratusan mahasiswa yang mengambil program P3AI dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan yang turut disiarkan secara Live di Zoom Meeting dan Channel Youtube ini juga dirangkai dengan penyerahan santunan dari Rumah Amal Masjid Jamik Darussalam USK kepada 2 mahasiswi Universitas Teuku Umar yang baru memeluk agama Islam, yang diserahkan secara langsung oleh Prof. Mustanir yang juga Ketua BKM Masjid Jamik Darussalam USK. Selain itu, juga dilangsungkan penyerahan sertifikat kelulusan secara simbolis kepada para peserta program P3AI dan juga kepada sejumlah mentor.

Dalam tausiahnya, Prof. Mustanir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan UTU dan pengurus P3AI UTU yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengisi Program "Subuh Education".

"Luar biasa, ini kegiatan yang sangat monumental, apalagi dari penyampaian laporan ketua panitia oleh Tgk. Sulaiman Ali sebelumnya, kegiatan shalat subuh berjamaah yang baru saja kita laksanakan adalah pelaksanaan shalat yang perdana digelar di Masjid ini, antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh para mahasiswa dan civitas akademika UTU." katanya

Sesuai dengan tema yang disodorkan panitia, lebih lanjut, Prof Mustanir mengupas dua hal penting, yaitu kewajiban terhadap Al-Quran dan manfaat Masjid untuk kemaslahatan ummat.

“Kewajiban kita terhadap Alquran adalah membacanya, memahami, menghafal, mengamalkan, dan berdakwah dengan Alquran,” Jelas Prof. Mustanir

Alquran itu, sangat mulia. Isinya mengatur semua aspek kehidupan manusia dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. “Siapa yang berpegang teguh kepadanya pasti akan dipermudah urusannya oleh Allah SWT. Kata Rasulullah SAW, orang yang rajin membaca Alquran akan mendapat syafaat kelak di akhirat,” terang Alumnus ITS itu.

Terkait dengan fungsi Masjid, menurut Prof. Mustanir setidaknya ada 6 hal yang dapat dilakukan, yaitu masjid sebagai rumahnya Al-Quran, sumber ekonomi, meeting point, islamic reset center, dakwah center serta tajribah ibadah dan akhlak.

Masjid seringkali disebut masyarakat sebagai rumah Allah SWT yang berfungsi untuk menunaikan ibadah salat bagi umat muslim. Tempat ibadah umat muslim ini, juga sering dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar pendidikan Alquran atau Ngaji.

Selain dapat menegakkan agama Allah SWT, masjid juga berfungsi untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketertiban sosial melalui kajian-kajian keagamaan. Di dalam masyarakat yang majemuk, seperti Indonesia, maka masjid dapat difungsikan untuk memberikan dakwah yang bersifat menyejukkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Masjid juga memiliki peranan penting untuk membangun karakter serta identitas kebudayaan umat muslim. Oleh karena itu, masjid memiliki beragam fungsi untuk kemaslahatan umat islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Fungsi masjid berikutnya yang tidak kalah penting ialah sebagai tempat musyawarah. Dalam perkembangan umat muslim saat ini, kita tahu banyak masjid yang telah digunakan umat muslim untuk membahas berbagai persoalan keumatan.

Sebelumnya Dr. Mursyidin, MA dalam sambutannya mewakili Rektor mengapresiasi dan mendukung penuh program Subuh Education yang diprakasai oleh P3AI UTU.

"Kegiatan subuh education merupakan salah satu kegiatan yang bersifat pembinaan karakter bagi mahasiswa yang berbasis pada akhlaqul karimah dan cinta Alquran. Kegiatan seperti ini perlu kita dukung, apalagi ini momentum yang tepat, dibulan Suci Ramadhan, bulan untuk mensucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT." Kata Mursyidin.

Kegiatan subuh education ini juga dapat meningkatkan keimanan dan memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sesama mahasiswa, dosen dan pimpinan UTU, serta meningkatkan insan kampus pada nilai-nilai relegius dan mencintai Alquran sebagaimana tema yang diangkat. Pungkas Dr. Mursyidin. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :