Prof. Darmawi,
  • UTU News
  • 05. 12. 2018
  • 0
  • 88

MEULABOH - Prof. Darmawi mengatakan, pengembangan pendidikan untuk Wilayah Barat Selatan Aceh, tentu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena tujuan pendidikan itu sendiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada intinya adalah mensejahterakan masyarakat lahir dan batin.

Prof. Dr. drh. Darmawi, M.Si, Ketua Laboratorium Riset Fakultas Kedoktoran Hewan-Universitas Syiah Kuala, mengatakan hal itu ketika bincang-bincang dengan Tim UTU News, belum lama ini di ruang kerjanya, di Unsyiah-Banda Aceh.

Menuru Prof. Darmawi, pendidikan dikatakan berhasil kalau kebutuhan dasar primer masyarakat bisa terpenuhi. Kalau kebutuhan diri belum terpenuhi, bagiamana kita bisa mengajak orang lain untuk membangun kesejahteraan.

Untuk Barat Selatan Aceh itu, potensi peternakan, perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan sangat dominan. Untuk itu, Pimpinan Universitas Teuku Umar (UTU) dalam memajukan pendidikan harus fakus pada potensi alam tersebut. Pendidikan pada intinya bukan harus mencetak sarjana sebanyak-banyaknya , setalah itu tidak ada lapangan kerja.

“Pendidikan harus berjalan seiring, artinya sarjana dicetak, lapangan kerja juga  harus diciptakan. Sarjana harus turun ke lapangan. Sarjana itu harus membangun model perikanan yang baik, pertanian, perkebunan dan kelautan yang baik, dan harus mampu dikelola secara baik sesuai dengan kemajuan teknologi

Namun, untuk membangun model perikanan, pertanian dan sektor lain,  tidak mungkin perguruan tinggi berjalan sendiri, tanpa ada dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Untuk itu, UTU harus bangun kerjasama dengan Pemda.  Perguruan tinggi tugasnya menghasilkan sarjana-sarjana yang terampil, Pemda harus menyiapkan lapangan pekerjaan. “Kalau kebutuhan dasar masyarakat  sudah terpenuhi, kita tidak akan bisa dingganggu oleh orang lain. Apapun tekanan ekonomi, naiknya dolar misanya, karena kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi, itu tetap aman”, ujar Prof. Darmawi.

Bayangkan, kata Prof. Darmawi,  urusan sayur saja misalnya untuk Tapaktuan sangat tergantung dari Berastagi, kalau telur itu sudah seluruh Aceh. Termasuk tugas perguruan tinggi memikirkan bagaimana masyarakat harus mandiri yang berbasis pada kebutuhan dasar. Penuhi saja kebutuhan dasar masyarakat.  Karenanya UTU harus fokus pada potensi bagaimana  memberdayakan masyarakat, terutama tenaga dosen pikirkan apa yang dibutuhkan masyarakat. (Zakir)

Lainnya :