Pererat Kerjasama, Kedubes Perancis Berkunjung Ke UTU
  • UTU News
  • 06. 02. 2020
  • 0
  • 228

MEULABOH - UTU | Kedutaan Besar Prancis melakukan kunjungan ke Universitas Teuku Umar (UTU) dalam rangka mempererat jalinan kerjasama yang telah dibangun sebelumnya. Kedubes Prancis berkomitmen untuk mengembangkan kerjasama universitas, sains, dan bahasa Prancis dengan Universitas Teuku Umar. Pertemuan tersebut belangsung di Ruang rapat pimpinan, Lantai II Gedung UTU, Kamis (06/02/2020).

Perwakilan yang datang diantaranya, Stephane Dovert dari Institut Prancis Indonesia (IFI) yang juga Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan, Annisa Fauziah (Wakil Atase Kerjasama Universitas), Nur Hidayah (Penanggung Jawab Campus France Medan) dan Chloe Granio. Turut menyambut kedatangan mereka diantaranya Rektor UTU beserta Wakil Rektor, Dekan FPIK, Dekan FISIP, Dekan FKM, para kepala biro, wakil dekan dan sejumlah kabag lingkup UTU.

Stephane Dovert mengatakan “Kami berencana untuk memperkuat dan memperbaiki relasi antara IFI, AF Medan dan UTU serta mendiskusikan kemungkinan kerjasama di bidang kebudayaan, pendidikan, linguistik, sains dan teknologi serta pendidikan tinggi.”

Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA menyambut baik kedatangan kedutaan besar Prancis di UTU “Tentu kerjasama yang telah kita bangun akan terus kita tingkatkan dan diperbaharui sesuai kebutuhan jaman. Apalagi dalam mempersiapkan akreditasi institusi, kerjasama, pertukaran dosen dan mahasiswa maupun join research dengan instansi dalam maupun luar negeri sangat mempengaruhi. Kami membuka diri untuk kolaborasi dalam pengembangan dan peningkatan mutu kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Kunjungan ini, selain untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin selama ini dalam bidang penguatan bahasa, juga penjajakan dibidang lainnya yaitu memfasilitasi kuliah lanjutan Doktoral S3 bagi dosen UTU ke berbagai kampus terkemuka di Perancis. Selain itu, Kedubes Perancis juga membuka kesempatan kepada mahasiswa UTU untuk melakukan short course ke kampus-kampus di Perancis." Jelas Prof Jasman.

Wakil Rektor I Dr. Alfizar, selaku inisiator kegiatan ini menyampaikan bahwa kunjungam ini bertujuan untuk menentukan program kerjasama antara UTU dan IFI untuk meningkatkan SDM UTU yang akan melanjutkan study S3 ke Prancis. Pusat Bahasa Prancis di UTU bertujuan untuk menyelenggarakan kursus bahasa prancis yang ditujukan kepada para mahasiswa dan dosen UTU. Pusat bahasa ini nantinya juga berfungsi sebagai pusat informasi mengenai pendidikan tinggi dan budaya prancis. Bahasa Prancis masuk dalam 5 bahasa resmi internasional yang dipakai oleh PBB.

Lebih lanjut Dr. Alfizar mengatakan bahasa merupakan alat untuk mempersatukan bangsa-bangsa. “Bahasa ini mempererat kesatuan kita dengan peningkatan hubungan emosional, bahasa juga bisa mempersatukan seluruh suku bangsa dan etnik. Bahasa Perancis ini juga merupakan bahasa yang sangat romantis,” jelas Dr. Alfizar, DAA yang juga merupakan lulusan Prancis ini.

Kedutaan Besar Perancis melalui IFI akan memfasilitasi pembukaan kelas khusus Bahasa Perancis di UTU, Meulaboh. Pelaksanaan bahasa ini bertujuan untuk mempermudah para dosen UTU yang ingin melanjutkan kuliah S3 ke Negera Mode tersebut.

“UTU Terus melakukan pendekatan kepada Pemerintah Aceh melalui BPSDM Aceh agar memberikan kesempatan beasiswa kepada Dosen UTU yang akan melanjutkan kuliah S3 ke Prancis. Kita berharap dukungan beasiswa ini dalam rangka peningkatan SDM UTU dapat terlaksana sesuai harapan.” Tutupnya (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :